Perbaikan Kualitas Praktikum Budidaya Pertanian

Januari 21, 2007

tnaman1 

Berikut ini adalah penjelasan tertulis dari asisten BT3 sekaligus latar belakang mengapa kami berniat membuat “Video Tutorial Asisten Praktikum BT3”. Untuk melancarkan proses tersebut, kami bermaksud meminjam handycam yang dimiliki jurusan BP.

Banyak mahasiswa jurusan BP yang mengeluh dengan kondisi kualitas praktikum yang diselenggarakan oleh jurusan BP. Mahasiswa seraya membisikkan beragam pertanyaan, antara lain :1.      Mengapa ada mata kuliah yang berbobot 3-4 SKS tetapi tidak menyelenggarakan praktikum ?. Fieldtrip adalah fieldtrip, fieldtrip bisa menjadi bagian dari kegiatan praktikum tetapi fieldtrip bukan praktikum. Contoh : praktikum tanaman obat dan aromatik, produksi tanaman buah2.      Mengapa ada praktikum tingkat kesesuaian dengan MK amat rendah alias nyambungnya jauh atau bahkan tidak nyambung ?. 3.      Mengapa banyak praktikum terkesan cuma melaksanakan kewajiban tanpa mentargetkan hasil apa-apa?.4.      Mengapa asisten kurang menguasai esensi praktikum. Indikasinya adalah jawaban yang berputar-putar bahkan menjerumuskan ketika ada pertanyaan dari praktikan?.5.      Mengapa praktikum masih memakai materi kuno padahal teknologi pertanian sudah begitu berkembang?. Contoh : praktikum dasar hortikultura6.      Mengapa setelah praktikum saya merasa tidak memperoleh apa – apa?.7.      Mengapa antar praktikum seringkali tumpang tindih?. Misal beberapa praktek praktikum PV sudah dipraktekkan di praktikum dasar agronomi dengan bahan tanam yang sama persis.Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas praktikum di jurusan BP adalah kualitas asisten praktikum. Hal tersebut dikarenakan asisten adalah orang yang langsung berhadapan dengan praktikan dan pelaksana operasional praktikum. Baik-buruknya praktikum sangat dipengaruhi oleh kualitas asisten. Praktikum yang sama tetapi dikelola oleh asisten beda, memberikan hasil yang berbeda pula. Pengalaman menjadi 3 asisten praktikum yang berbeda membekaskan pelajaran. Berikut ini adalah beberapa fenomena yang dapat saya tangkap selama menjadi 3 asisten praktikum yaitu Dasar Klimatologi, Produksi Tanaman Hias dan Budidaya Tanaman Tanpa Tanah sebagai berikut :

  1. Antar asisten dalam 1 periode yaitu dari segi pemahaman materi praktikum dan presentasi. Misal asisten A bisa sampaikan 80% esensi materi tetapi asisten B cuma bisa sampaikan 40% esensi materi.
  2. Asisten antar periode generasi mempunyai kualitas tidak sama. Perbedaan kualitas dapat dilihat dari lingkup individu maupun tim. Misal asisten dasar klimatologi periode 1999-2000 mempunyai manajemen lebih bagus dan lebih disiplin daripada periode 2000-2001.

Praktikum mendapatkan asisten dari open rekruitment terbuka maupun tertutup. Yang menjadi masalah adalah praktikum seringkali cuma menemukan asisten bagus, bukan mencetak asisten bagus. Artinya praktikum mengandalkan kemampuan dasar yang dimiliki masing-masing asisten.. Jika pada periode itu asistennya pintar, berwawasan, kreatif, kerja keras, organisatoris dan idealis maka praktikum berjalan baik. Tetapi jika asisten yang tersedia berkemampuan biasa-biasa, maka praktikum yang dihasilkan berkualitas biasa-biasa bahkan memalukan. Jarang ada praktikum mempunyai sistem yang dapat mencetak asisten yang handal.Permasalahan kualitas yang berbeda-beda antar asisten dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu :1. Tidak ada acuan standar kualitas Masing-masing praktikum berjalan sesuai pemahaman asisten atau mengacu ketika dia menjadi praktikan diperiode terdahulu. Artinya ketika mutu praktikum rendah tatkala menjadi praktikan, boleh jadi asisten akan menerapkan standar lama pada praktikum baru padahal jelas-jelas kurang bermutu. Operasional praktikum yang penting berjalan. Belum ada acuan standar operasional praktikum atau jika telah ada berarti tidak sampai kepada asisten praktikum. Bukanlah acuan standar jika peraturan cuma diucapkan lesan tetapi tidak tertulis dan diakui. Karena acuan standar bersifat lesan akan luntur dan hilang ketika terjadi penggantian tim asisten praktikum.2. Tidak ada kontrol kualitasKontrol kualitas praktikum cuma dilakukan ketika penyusunan kisi-kisi materi perkuliahan. Bukti minim kontrol adalah 1) asisten tidak pernah dilibatkan dalam evaluasi praktikum padahal asisten adalah orang yang berhadapan langsung dengan praktikan dan menghadapi permasalahan nyata dilapang. Jarang bahkan tidak pernah ada feedback dari asisten atau praktikan sebagai subyek dan obyek praktikum. 2) tidak ada satupun praktikum mempunyai laporan tahunan. Bagaimana fungsi kontrol manajemen berjalan jika tidak ada aktivitas laporan dan evaluasi.3. Itikad yang rendah untuk memperbaiki kualitas praktikum. Greget untuk memperbaiki praktikum sangat rendah. Banyak dosen yang menganggap praktikum yang ada sudah representatif. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak ada pembaharuan (up todate) pada sebagian besar praktikum di jurusan BP. Padahal kampus taraf internasional sudah terbiasa memperbaiki kurikulum setiap 2 tahun sekali. Bahkan masih ada praktikum yang tidak mempunyai buku panduan praktikum meski telah diselenggarakan bertahun-tahun yang lalu.Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan sebagai solusi atas permasalahan itu adalah sebagai berikut :1. Asisten praktikum berasal dari dosen atau S2Asisten bukan diambil dari mahasiswa senior tetapi dari dosen atau mahasiswa S2. Tetapi ini bukanlah sebuah jaminan. Praktek MK produksi tanaman buah yang langsung ditangani dosen terbukti kualitasnya patut dipertanyakan. S2 tidak menjamin lebih pintar daripada S1.2. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) AsistenHingga sekarang saya heran mengapa tidak ada satupun praktikum di BP yang mengadakan pelatihan intensif bagi asisten barunya. Pada umumnya asisten baru mengandalkan catatan ketika masih menjadi asisten. Padahal informasi yang dapat ditangkap ketika praktikum 60% adalah sangat bagus. Misal : selama 1 minggu asisten digembleng mulai dari materi praktikum, manajemen tim, presentasi, registrasi hingga laporan praktikum. Selama ini metode diklat yang diaplikasikan adalah model pendampingan. Artinya asisten baru mendampingi asisten lama ketika asistensi. Model ini susah diterapkan pada jenis praktikum semester akhir sebab jarang ada mahasiswa senior bersedia menjadi asisten sebab sibuk mengerjakan skripsi. Selain itu, asisten baru akan melakukan banyak kesalahan-kesalahan kecil yang tidak sepatutnya dilakukan dari awal praktikum hingga pertengahan.3. Sinergi antara organisasi, dosen dan mahasiswaModel ini adalah pengembangan dari diklat seperti poin 2  diatas. Untuk menghasilkan asisten yang handal dibutuhkan pelatihan intensif dan berkala. Untuk itu, dibutuhkan wadah yang dapat melatih dan mengembangkan kemampuan asisten. Wadah tersebut diwujudkan menjadi organisasi. Organisasi dibimbing oleh dosen. Model ini telah saya terapkan pada praktikum Produksi Tanaman Hias (PTH). Klub Boenga didirikan untuk mengumpulkan mahasiswa yang gemar tanaman hias. Beberapa asisten PTH direkrut dari anggota terbaik dari Klub Boenga. Dosen pembimbing klub boenga adalah dosen MK PTH juga. Sehingga seluruhnya saling bersinergi.4. Penyusunan standar kualitas praktikumPraktikum menyusun standar operasional praktikum secara mendetail. Sehingga setiap pekerjaan yang dikerjakan dan dihadapi tidak akan lepas dari jalur acuan dan sesuai dengan target, tujuan dan harapan praktikum.Segenap asisten praktikum BT3 periode 2006-2007 bertekad bulat menyelenggarakan praktikum terbaik. Kami juga mengharapkan praktikum BT3 dimasa-masa mendatang tetap menjadi salah satu praktikum yang representatif dan memuaskan praktikan. Untuk tetap menjadi praktikum yang bagus, kami harus menciptakan sistem yang bisa menghasilkan asisten yang handal, siapapun dia. Sistem yang bagus adalah bisa menghasilkan asisten dan praktikan yang handal meski orang-orangnya berganti. Sistem yang bagus pasti menerapkan manajemen berbasis TQM (Total Quality Manajemen) atau QCM (Quality Control Manajemen).Kami yakin diklat secara fisik pada waktu dan tempat tertentu akan sangat sulit untuk dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan diklat untuk asisten bukanlah budaya yang wajar dilaksanakan di jurusan BP. Untuk menyiasati itu, kami bermaksud membuat e-learning. E-learning yang dimaksud bukanlah menghadap internet berjam-jam dan dipandu dari jarak jauh oleh mentor. E-learning yang kami maksud adalah membuat video yang berisi tutorial bagaimana menjadi seorang asisten praktikum BT3. Video akan disusun secara berseri sesuai isi tutorial. Kami berencana mengisi video tutorial dengan :1. Konsep praktikumAkan tersedia scene pada video tentang penjelasan konsep masing-masing bab materi praktikum dan tujuan setiap lembar kerja.2. Operasional materi praktikumSebagai contoh, pada bab 5. media tanam non tanah maka akan ada video langkah-langkah bagaimana mengukur daya menahan air dan kapasitas lapang, bagaimana cara membuat arang sekam, menetralisir sabut kelapa dan mematikan sekam.3. Pengalaman ketika menjadi asistenBercerita permasalahan yang mungkin terjadi dan bagaimana sikap menghadapi permasalahan tersebut. Apa saja trik-trik menjadi asisten yang handal. Supaya tidak terjadi kesalahan yang sama pada generasi dimasa mendatang.4. Acuan standar kualitasKami akan menjelaskan standar praktikum BT3 yaitu meliputi kewajiban dan hak, metodologi, keuangan, bahan dan alat, persiapan, pemeliharaan dll.VCD tutorial asisten praktikum BT3 akan berisi panduan operasional praktikum BT3. VCD ini ditujukan untuk digunakan sebagai media panduan, pelatihan dan pembelajaran bagi asisten-asisten praktikum BT3 dimasa mendatang. VCD tutorial diharapkan bisa sedikit mengganti fungsi pendidikan dan pelatihan asisten BT3. Kami berharap dengan adanya video tutorial ini, setiap asisten praktikum BT3 dimasa mendatang mempunyai skill yang standar dengan generasi pertama dan kedua asisten BT selaku penyusun materi praktikum BT3. Selain itu, setiap tahun dimasa mendatang materi yang disampaikan oleh asisten kualitasnya minimal sama. Artinya, asisten memperoleh kemampuan dasar dari VCD tutorial. Pengembangan kemampuan asisten BT3 diperoleh dengan belajar sendiri tentang hidroponik sesuai perkembangan jaman. Selain kemampuan antar asisten bisa standar, asisten dimudahkan dengan mempercepat proses mempelajari materi praktikum. Memperoleh pengetahuan yang tidak tertulis didalam buku panduan praktikum. Andaikan dimasa mendatang dilakukan penyempurnaan isi praktikum, video tutorial tetap dapat digunakan sebagai wahana peningkatan keahlian dan wawasan asisten BT3.Video tutorial juga bisa menjadi nilai tambah pada proyek A2 jurusan BP. Karena ada peningkatan kualitas pada salah satu praktikum di jurusan BP. Ini adalah ucapan terima kasih kami kepada program hibah A2 yang mengadakan fasilitas alat dan gedung untuk instalasi hidroponik. Tentunya secara langsung berimbas kepada praktikum BT3 sebagai pelaksana aktivitas berbau hidroponik.Singkat kata, kami bermaksud meminjam handycam milik jurusan BP. Handycam akan digunakan untuk membuat “VCD tutorial Asisten Praktikum BT3”. Kami berencana mempergunakan Handycam selama 2 minggu. Apabila jurusan BP membutuhkan handycam dalam 2 minggu tersebut, kami akan sesegera mungkin mengembalikan handycam.    Terima kasih atas waktu yang disediakan oleh bapak Agus. Apabila ada kata-kata yang tidak berkenan, kami mohon maaf. Semuanya kami lakukan atas dasar demi kemajuan bersama, jurusan BP yang kita cintai bersama. 

                                                                                          Malang, 20 November 2006 

                                                                                          Agung Purnomo                                                                                          NIM. 0110420002 – 42  * Disampaikan untuk meminjam Handycam Jurusan BP Kepada Ketua Jurusan BP FP Unibraw yaitu Bapak Dr. Ir.   Agus Suryanto, MS 

Iklan

Hello world!

Januari 21, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

BOCORAN … MAU ADA LOMBA MASKOT UB

Januari 12, 2007

          Karena kamu adalah penggemarku alias fans gilaku atau groupiesku maka aku kasih bocoran nih. Ini bukan cembarang  bocoran. Bocoran ini langsung netes….tes,tes dari sumber kuat. Dia adalah penggagas utama lomba logo UB. Tidak lain tidak  bukan yaitu Empu alias Prof. Lilik Setyobudi. Tapi tolong  ya, jangan mewadulkan (apa ya bahasa Indonesianya ?$?) kepada Pak Lilik. Beliau bertitah “Kalau sekarang UB sudah mempunyai logo baru. Tetapi masih ada yang kurang, yaitu UB belum mempunyai maskot”, itulah kata-kata Pak Lilik (2007).            So temen-temen, ayo persiapkan diri moe mencari inspirasi (dimanapun juga gak apa-apa, asal jangan dikuburan. Bukan ketemu ide malah ketemu ….hihii). Pasti lebih enak jika kita udah nyuri start. Ok, slamat berjuang. Jika sudah menemukan konsep mascot UB, jangan lupa ya bilang-bilang ke Agung. Jangan kuatir…. Pasti aku contek (huahaaaaahaaaa ….).

Jurus-Jurus Bisnis

Januari 2, 2007

Ada banyak metode yang dapat kita gunakan untuk mengajarkan konsep-konsep bisnis. Bagus tidaknya metode dapat diukur dengan seberapa besar nilai-nilai bisnis bisa dipahami dan dapat diterapkan oleh orang lain. Salah satu cara memahami bisnis dapat dengan belajar kepada alam yaitu tanaman, hewan dan mineral. Selanjutnya konsep-konsep bisnis kita namakan dengan Jurus – jurus.Konon, alat angkut yang terelang1tua pada peradaban manusia adalah keledai. Keledai bangga menjadi yang tertua atau Paling Awal alias pioner. Kemudian, datanglah kuda menggeser peran keledai karena Paling Kuat. Tiba – tiba, datanglah Zebra yang digemari orang meski bukan pioneer maupun paling kuat. Orang memilih Zebra karena Paling Beda, berpenampilan tidak sama dengan memberi garis hitam putih berseling pada sekujur badan.Pada dasarnya, ke-3 konsep tersebut merupakan salah satu konsep dasar pemenang bisnis. Pilihlah salah satu (atau menggabungkannya jika anda mampu) yaitu :1. Pioner atau menjadi Paling Awal,2. Terbaik atau menjadi Paling Kuat, dan3. Paling Beda.Konsep lain dari bisnis yang harus dipenuhi seorang calon pelaksana bisnis adalah 1. Unik dan sulit ditiru orang lain,2. Dibutuhkan orang (konsumen), dan3. Menguntungkan anda.Jurus-jurus lain yang dapat diaplikasikan dalam mengelola bisnis antara lain yakni :

1. Jurus Elang

Elang menggambarkan hewan yang tajam mengincar mangsa. Dari jarak jauh elang bisa mendeteksi keberadaan mangsa meski dibalik semak belukar. Artinya, pengusaha harus cepat tanggap melihat peluang dan sesegera mungkin memanfaatkannya sebaik mungkin. Dengan bahasa kasar, 8 dari 10 orang yang ditemui pengusaha harus menjadi fulus. Radius 5 m dari tempat dia berdiri diantara orang-orang adalah pasar. Dari 8 orang tersebut, minimal 1 orang menjadi langganan.1elang1.jpg

 

2. Jurus KudaKuda menggambarkan kekuatan yang lincah dan tak kenal lelah. Artinya, pengusaha harus bekerja keras. Dalam perkembangannya, pengusaha menjadi joki kuda. Yang bekerja keras adalah anak buah, yang pegang kendali tetap sang pengusaha.kuda1 

3. Jurus LipanLipan menggambarkan binatang berkaki banyak. Kalau kakinya patah 1 atau 2, Lipan masih lancer berjalan. Artinya, hindari memusatkan seluruh potensi di 1 tempat. Tapi mengembangkan jangkauan usaha hingga daerah lain. Contoh : dalam bisnis restoran, tidak perlu meningkatkan jumlah meja hingga 100 buah. Tapi, buatlah cabang 5 cabang ditempat lain berkapasitas rerata 20 meja. Kalau salah satu cabang bangkrut, cabang yang lain bisa membantu sehingga secara keseluruhan usaha tidak berhenti.lipan1 

4. Jurus KelapaKelapa menggambarkan multipotensi yaitu seluruh bagian dari pohon dapat digunakan. Batang untuk kayu, daun untuk ketupat, lidi untuk sapu, sabut untuk pengikat, tempurung untuk arang aktif dan air buah untuk minuman menyegarkan. Artinya, pergunakan seluruh potensi produk menajdi duit dan hindari sisa produk tak berguna. Pilihlah karyawan yang mengusai lebih dari 1 ketrampilan. 

5. Jurus Semut

Semut menggambarkan kerjasama tim. Artinya, pengusaha harus bisa membangun budaya kerjasama dalam tim, komunikasi 2 arah dan distribusi tugas yang tepat dan jelas.

semut1

6. Jurus OntaOnta menggambarkan kemampuan antisipasi dan persiapan yang mantap. Onta mampu berjalan teramat jauh pada lingkungan panas terik tanpa meneguk air setetes pun. Kuncinya ada pada cadangan air berlimpah dipunuknya. Artinya, pengusaha harus mempersiapkan diri dalam finansial dan mental pada perjalanan bisnis. Antisipasi hal-hal yang diluar rencana. Hindari menggunakan seluruh uang untuk pengembangan usaha. Selalu sediakan uang cadangan jika terjadi peristiwa tidak diinginkan misal bangkrut. Asuransi merupakan salah 1 contoh antisipasi. 

onta1

 7. Jurus Ular

Ular menggambarkan perbaikan. Ular senantiasa mengganti kulitnya ketika volume tubuh kian membesar. Proses pergantian kulit ini membutuhkan waktu, melelahkan bahkan menyakitkan bagi ular. Artinya, pengusaha harus terus memperbaiki diri terutama ketika usaha kian berkembang. Jagalah penampilan diri, perusahaan dan produk tetap prima dan menawan.

ular1

 

8. Jurus Cicak

 Cicak menggambarkan pengorbanan. Cicak akan memutus ekor ketika dalam kondisi berbahaya atau menjumpai pemangsa demi menyelamatkan diri. Artinya, pengusaha mengorbankan keuntungan dan kenyamanan jangka pendek demi kepuasan jangka panjang. Misal : Kita berpromosi produk baru dan mengeluarkan biaya supaya dikenal konsumen meski belum mendapatkan keuntungan sepeser pun.

cik1

 

 

9. Jurus Kucing

Kucing menggambarkan profesional. Falsafah Cina mengajarkan tidak penting kucing hitam atau kucing putih, yang penting kucing menakuti tikus. Artinya, pengusaha bekerja professional meski dia saudara, teman atau kolega.

kucing1

 

10. Jurus BunglonBunglon menggambarkan adaptasi dan kamuflase. Kulit Bunglon berubah warna secara otomatis dan cepat sesuai warna dominan lingkungan. Artinya, pengusaha harus bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi dunia bisnis meski harus bernafas dalam lumpur hitam pekat sekalipun. Pengusaha dengan licin mampu mengatasi beragam permasalahan dilapang. Berhadapan dengan kompetitor, pengusaha bekerja cerdik dan bisa mengelabui lawan. 

bunglon1

 11. Jurus PisangPisang menggambarkan kaderisasi. Tanaman pisang akan melahirkan anakan setelah berbuah. Juga aktif bertunas ketika dalam kondisi cekaman lingkungan. Artinya, pengusaha membangun sistem kaderisasi yang bagus. Kaderisasi ditujukan mengantisipasi pergantian karyawan baik karena keluar maupun pension. Kaderisasi mempersiapkan karyawan baru ketika usaha kian berkembang. 

pisang1

  12. Jurus Jemput BolaJurus Jemput Bola menggambarkan antusias dan proaktif. Pemain bola memperebutkan 1 bola dengan tetap menjaga kerja tim. Bola bukan ditunggu tetapi harus dijemput. Artinya, pengusaha harus jeli mencari, melihat dan memanfaatkan peluang usaha menjadi bisnis yang mendatangkan profit. 

bola1

 13. Jurus Bunga

Jurus Bunga menggambarkan penampilan. Hampir semua orang menyukai keindahan bunga. Untuk itu, orang berani membeli bunga dengan harga mahal daripada membeli produk pertanian yang lain. Artinya, pengusaha membangun produk dan memberikan pelayanan terbaik supaya disukai, dibutuhkan dan disayangi oleh konsumen. Dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan, konsumen akan menjadi pelanggan setia kita.

bunga1

PERPUSTAKAAN DIGITAL SEBAGAI SOLUSI KETERBATASAN AKSES INFORMASI

Desember 12, 2006

Bismillahirrokhmanirrochim 

A. LATAR BELAKANG 

            Jum’at itu tepatnya pada jam 10.15 Prof. Tompul mengakhiri sesi presentasi perkuliahan fisiologi tumbuhan. Seperti biasa, beliau memberikan “oleh-oleh” kepada mahasiswa. Paper dengan topik yang telah ditentukan dibagi sesuai kelompok. Nadia bersama rekan kelompok harus dapat menyelesaikan dalam 1 minggu. Ternyata bukan cuma MK (mata kuliah) fisiologi saja yang membebankan tugas kepada Nadia dan teman-temannya. Setidaknya sudah 4 MK yang telah memberikan tugas paper kepada Nadia dan teman. Itupun belum termasuk 7 laporan praktikum yang mesti dikerjakan setiap minggu (kasus 1). Nadia CS segera bergegas menuju perpustakaan jurusan setelah mendapatkan tugas tersebut. Setelah Nadia agak jenuh melihat hamparan buku di dalam 1 ruang, Nadia mengamati orang disekitarnya. Ternyata teman-temannya sekelas juga melakukan kesibukan mencari buku. Seperti biasanya, Nadia CS harus meluangkan waktu banyak untuk mencari buku demi buku dan membuka halaman demi halaman. Ini semua demi teks yang sesuai dengan topik tugas dari pak Tompul. Sialnya, sudah hampir 3 jam Nadia CS masih belum mendapatkan referensi yang cukup untuk menyelesaikan tugas dari pak Tompul (kasus 2). Peristiwa ini sangat mirip dengan ratusan hari kemarin selama beberapa bulan sebelumnya.  Nadia CS telah memastikan mereka detik itu harus keluar dari perpus jurusan dan bergegas menuju perpustakaan pusat di jantung kampus UB. Nadia CS dalam 5 menit telah sampai di penitipan barang perpus UB. Setibanya, salah satu dari teman nadia langsung memencet tombol-tombol di keyboard komputer perpus pusat. Dia ingin memastikan dimana lokasi buku yang mereka buru. Alhamdulillah, katalog buku di komputer perpus mencatat 2 judul buku yang sesuai dengan topik. Seketika itu mereka berhamburan menuju rak buku. Alamak, lagi-lagi mereka tidak memperoleh teks yang mereka harapkan. Ternyata buku yang mereka cari tidak ada. Dengan tetap menjaga perasaan harap, mereka menuju rak tumpukan buku sementara. Rak ini khusus menampung buku-buku dengan traffick tinggi yang sering dipinjam mahasiswa. Seperti dugaan sebelumnya, 2 buku memang sudah dipinjam. Selang ½ jam berikutnya, sekali lagi mereka harus kecewa untuk yang kesekian kali (kasus 3).Nadia CS dengan berat hati akhirnya memutuskan untuk menunda mengerjakan tugas pak Tompul. Mereka menggunakan jurus dari kakak-kakak kelas, jurus “wait n see“. Jurus ini mempunyai 2 kaidah berbunyi. Kaidah ke-1 berbunyi, “ngapain mencari sendiri tinjauan pustaka, nyontek aja dari teman”. Kaidah ke-2 berbunyi, “Tunggu 1-2 sebelum deadline, pasti ada yang udah ngerjain”. Satu  hari sebelum deadline tugas diserakan, Nadia CS berburu contekan dari teman-teman berduit yaitu teman-teman yang berkecukupan membeli buku-buku sesuai MK yang diambil. Dengan jurus Wait n see, Nadia CS tidak perlu menggunakan kesadaran dan otak dalam proses pengerjaan tugas. Mereka cukup menduplikasi dan copy paste karya teman-temannya (kasus 4). Alhasil, mereka bisa menyerahkan tugas tepat waktu. Sayangnya, mereka tidak memahami apa “isi” dari tugas mereka. Ketika waktu berlalu dan semester berjalan, mereka tidak mengingat pengetahuan hingga level “apapun” dari tugas. Percaya atau tidak percaya, peristiwa ini telah terjadi dan dialami ratusan hingga ribuan mahasiswa UB. Bukan cuma 1-2 generasi, bahkan dialami lintas generasi dan lintas jurusan.Nadia dan teman-temannya dalam hati sering mengeluh. Sebenarnya bagi mereka tidak merasa malas untuk mengerjakan tugas-tugas dari kuliah maupun praktikum. Mereka pun tidak menginginkan menyontek dari teman. Mereka ingin benar-benar mendapatkan pengetahuan seoptimal mungkin dari kampus. Kondisi dan situasi memaksa mereka untuk melakukan jalan pintas dengan menyontek tugas. Nadia CS bukanlah satu-satunya mahasiswa di UB yang mengalami hambatan akses buku. Ratusan bahkan ribuan mahasiswa UB diluar sana mengalami kesedihan ketidak tersediaan fasilitas referensi representatif. Saya pernah mengalami semester berat pada 3 tahun awal perkuliahan terutama semester 3. Bagi mereka yang mengambil 24 SKS dengan 8 praktikum dalam 1 semester, semester itu adalah semester yang berat dan sarat perjuangan. Baca entri selengkapnya »

Logo Universitas Brawijaya

Januari 25, 2006

Beberapa bulan yang lalu Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan kompetisi “lomba mendesain logo Universitas Brawijaya”. Terus terang saja, pada awalnya aku sangat bingung sekali L. Bukankah UB sudah mempunyai logo?. Apakah logo prabu Brawijaya yang amat identik dengan semenjak UB berdiri harus diganti ?. Apakah perubahan yang diinginkan rector baru yaitu pak Yogi sampai sebegitu ekstrim ?. Apakah merubah logo bisa memperbaiki kekurangan dan permasalahan di UB ?. Inilah pertanyaan yang terpikir di benak setelah membaca woro-woro lomba logo UB pada mading rektorat. Baca entri selengkapnya »