Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

2 Tanggapan to “Hello world!”

  1. Mr WordPress Says:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. agungpurnomo Says:

    Perbaikan Kualitas Praktikum Budidaya Pertanian

    Oleh : Agung Purnomo

    Berikut ini adalah penjelasan tertulis dari asisten BT3 sekaligus latar belakang mengapa kami berniat membuat “Video Tutorial Asisten Praktikum BT3”. Untuk melancarkan proses tersebut, kami bermaksud meminjam handycam yang dimiliki jurusan BP.
    Banyak mahasiswa jurusan BP yang mengeluh dengan kondisi kualitas praktikum yang diselenggarakan oleh jurusan BP. Mahasiswa seraya membisikkan beragam pertanyaan, antara lain :
    1. Mengapa ada mata kuliah yang berbobot 3-4 SKS tetapi tidak menyelenggarakan praktikum ?. Fieldtrip adalah fieldtrip, fieldtrip bisa menjadi bagian dari kegiatan praktikum tetapi fieldtrip bukan praktikum. Contoh : praktikum tanaman obat dan aromatik, produksi tanaman buah
    2. Mengapa ada praktikum tingkat kesesuaian dengan MK amat rendah alias nyambungnya jauh atau bahkan tidak nyambung ?.
    3. Mengapa banyak praktikum terkesan cuma melaksanakan kewajiban tanpa mentargetkan hasil apa-apa?.
    4. Mengapa asisten kurang menguasai esensi praktikum. Indikasinya adalah jawaban yang berputar-putar bahkan menjerumuskan ketika ada pertanyaan dari praktikan?.
    5. Mengapa praktikum masih memakai materi kuno padahal teknologi pertanian sudah begitu berkembang?. Contoh : praktikum dasar hortikultura
    6. Mengapa setelah praktikum saya merasa tidak memperoleh apa – apa?.
    7. Mengapa antar praktikum seringkali tumpang tindih?. Misal beberapa praktek praktikum PV sudah dipraktekkan di praktikum dasar agronomi dengan bahan tanam yang sama persis.
    Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas praktikum di jurusan BP adalah kualitas asisten praktikum. Hal tersebut dikarenakan asisten adalah orang yang langsung berhadapan dengan praktikan dan pelaksana operasional praktikum. Baik-buruknya praktikum sangat dipengaruhi oleh kualitas asisten. Praktikum yang sama tetapi dikelola oleh asisten beda, memberikan hasil yang berbeda pula.
    Pengalaman menjadi 3 asisten praktikum yang berbeda membekaskan pelajaran. Berikut ini adalah beberapa fenomena yang dapat saya tangkap selama menjadi 3 asisten praktikum yaitu Dasar Klimatologi, Produksi Tanaman Hias dan Budidaya Tanaman Tanpa Tanah sebagai berikut :
    1. Antar asisten dalam 1 periode yaitu dari segi pemahaman materi praktikum dan presentasi. Misal asisten A bisa sampaikan 80% esensi materi tetapi asisten B cuma bisa sampaikan 40% esensi materi.
    2. Asisten antar periode generasi mempunyai kualitas tidak sama. Perbedaan kualitas dapat dilihat dari lingkup individu maupun tim. Misal asisten dasar klimatologi periode 1999-2000 mempunyai manajemen lebih bagus dan lebih disiplin daripada periode 2000-2001.
    Praktikum mendapatkan asisten dari open rekruitment terbuka maupun tertutup. Yang menjadi masalah adalah praktikum seringkali cuma menemukan asisten bagus, bukan mencetak asisten bagus. Artinya praktikum mengandalkan kemampuan dasar yang dimiliki masing-masing asisten.. Jika pada periode itu asistennya pintar, berwawasan, kreatif, kerja keras, organisatoris dan idealis maka praktikum berjalan baik. Tetapi jika asisten yang tersedia berkemampuan biasa-biasa, maka praktikum yang dihasilkan berkualitas biasa-biasa bahkan memalukan. Jarang ada praktikum mempunyai sistem yang dapat mencetak asisten yang handal.
    Permasalahan kualitas yang berbeda-beda antar asisten dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu :
    1. Tidak ada acuan standar kualitas
    Masing-masing praktikum berjalan sesuai pemahaman asisten atau mengacu ketika dia menjadi praktikan diperiode terdahulu. Artinya ketika mutu praktikum rendah tatkala menjadi praktikan, boleh jadi asisten akan menerapkan standar lama pada praktikum baru padahal jelas-jelas kurang bermutu. Operasional praktikum yang penting berjalan. Belum ada acuan standar operasional praktikum atau jika telah ada berarti tidak sampai kepada asisten praktikum. Bukanlah acuan standar jika peraturan cuma diucapkan lesan tetapi tidak tertulis dan diakui. Karena acuan standar bersifat lesan akan luntur dan hilang ketika terjadi penggantian tim asisten praktikum.
    2. Tidak ada kontrol kualitas
    Kontrol kualitas praktikum cuma dilakukan ketika penyusunan kisi-kisi materi perkuliahan. Bukti minim kontrol adalah 1) asisten tidak pernah dilibatkan dalam evaluasi praktikum padahal asisten adalah orang yang berhadapan langsung dengan praktikan dan menghadapi permasalahan nyata dilapang. Jarang bahkan tidak pernah ada feedback dari asisten atau praktikan sebagai subyek dan obyek praktikum. 2) tidak ada satupun praktikum mempunyai laporan tahunan. Bagaimana fungsi kontrol manajemen berjalan jika tidak ada aktivitas laporan dan evaluasi.
    3. Itikad yang rendah untuk memperbaiki kualitas praktikum.
    Greget untuk memperbaiki praktikum sangat rendah. Banyak dosen yang menganggap praktikum yang ada sudah representatif. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak ada pembaharuan (up todate) pada sebagian besar praktikum di jurusan BP. Padahal kampus taraf internasional sudah terbiasa memperbaiki kurikulum setiap 2 tahun sekali. Bahkan masih ada praktikum yang tidak mempunyai buku panduan praktikum meski telah diselenggarakan bertahun-tahun yang lalu.
    Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan sebagai solusi atas permasalahan itu adalah sebagai berikut :
    1. Asisten praktikum berasal dari dosen atau S2
    Asisten bukan diambil dari mahasiswa senior tetapi dari dosen atau mahasiswa S2. Tetapi ini bukanlah sebuah jaminan. Praktek MK produksi tanaman buah yang langsung ditangani dosen terbukti kualitasnya patut dipertanyakan. S2 tidak menjamin lebih pintar daripada S1.
    2. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Asisten
    Hingga sekarang saya heran mengapa tidak ada satupun praktikum di BP yang mengadakan pelatihan intensif bagi asisten barunya. Pada umumnya asisten baru mengandalkan catatan ketika masih menjadi asisten. Padahal informasi yang dapat ditangkap ketika praktikum 60% adalah sangat bagus. Misal : selama 1 minggu asisten digembleng mulai dari materi praktikum, manajemen tim, presentasi, registrasi hingga laporan praktikum. Selama ini metode diklat yang diaplikasikan adalah model pendampingan. Artinya asisten baru mendampingi asisten lama ketika asistensi. Model ini susah diterapkan pada jenis praktikum semester akhir sebab jarang ada mahasiswa senior bersedia menjadi asisten sebab sibuk mengerjakan skripsi. Selain itu, asisten baru akan melakukan banyak kesalahan-kesalahan kecil yang tidak sepatutnya dilakukan dari awal praktikum hingga pertengahan.
    3. Sinergi antara organisasi, dosen dan mahasiswa
    Model ini adalah pengembangan dari diklat seperti poin 2 diatas. Untuk menghasilkan asisten yang handal dibutuhkan pelatihan intensif dan berkala. Untuk itu, dibutuhkan wadah yang dapat melatih dan mengembangkan kemampuan asisten. Wadah tersebut diwujudkan menjadi organisasi. Organisasi dibimbing oleh dosen. Model ini telah saya terapkan pada praktikum Produksi Tanaman Hias (PTH). Klub Boenga didirikan untuk mengumpulkan mahasiswa yang gemar tanaman hias. Beberapa asisten PTH direkrut dari anggota terbaik dari Klub Boenga. Dosen pembimbing klub boenga adalah dosen MK PTH juga. Sehingga seluruhnya saling bersinergi.
    4. Penyusunan standar kualitas praktikum
    Praktikum menyusun standar operasional praktikum secara mendetail. Sehingga setiap pekerjaan yang dikerjakan dan dihadapi tidak akan lepas dari jalur acuan dan sesuai dengan target, tujuan dan harapan praktikum.
    Segenap asisten praktikum BT3 periode 2006-2007 bertekad bulat menyelenggarakan praktikum terbaik. Kami juga mengharapkan praktikum BT3 dimasa-masa mendatang tetap menjadi salah satu praktikum yang representatif dan memuaskan praktikan. Untuk tetap menjadi praktikum yang bagus, kami harus menciptakan sistem yang bisa menghasilkan asisten yang handal, siapapun dia. Sistem yang bagus adalah bisa menghasilkan asisten dan praktikan yang handal meski orang-orangnya berganti. Sistem yang bagus pasti menerapkan manajemen berbasis TQM (Total Quality Manajemen) atau QCM (Quality Control Manajemen).
    Kami yakin diklat secara fisik pada waktu dan tempat tertentu akan sangat sulit untuk dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan diklat untuk asisten bukanlah budaya yang wajar dilaksanakan di jurusan BP. Untuk menyiasati itu, kami bermaksud membuat e-learning. E-learning yang dimaksud bukanlah menghadap internet berjam-jam dan dipandu dari jarak jauh oleh mentor. E-learning yang kami maksud adalah membuat video yang berisi tutorial bagaimana menjadi seorang asisten praktikum BT3. Video akan disusun secara berseri sesuai isi tutorial. Kami berencana mengisi video tutorial dengan :
    1. Konsep praktikum
    Akan tersedia scene pada video tentang penjelasan konsep masing-masing bab materi praktikum dan tujuan setiap lembar kerja.
    2. Operasional materi praktikum
    Sebagai contoh, pada bab 5. media tanam non tanah maka akan ada video langkah-langkah bagaimana mengukur daya menahan air dan kapasitas lapang, bagaimana cara membuat arang sekam, menetralisir sabut kelapa dan mematikan sekam.
    3. Pengalaman ketika menjadi asisten
    Bercerita permasalahan yang mungkin terjadi dan bagaimana sikap menghadapi permasalahan tersebut. Apa saja trik-trik menjadi asisten yang handal. Supaya tidak terjadi kesalahan yang sama pada generasi dimasa mendatang.
    4. Acuan standar kualitas
    Kami akan menjelaskan standar praktikum BT3 yaitu meliputi kewajiban dan hak, metodologi, keuangan, bahan dan alat, persiapan, pemeliharaan dll.
    VCD tutorial asisten praktikum BT3 akan berisi panduan operasional praktikum BT3. VCD ini ditujukan untuk digunakan sebagai media panduan, pelatihan dan pembelajaran bagi asisten-asisten praktikum BT3 dimasa mendatang. VCD tutorial diharapkan bisa sedikit mengganti fungsi pendidikan dan pelatihan asisten BT3. Kami berharap dengan adanya video tutorial ini, setiap asisten praktikum BT3 dimasa mendatang mempunyai skill yang standar dengan generasi pertama dan kedua asisten BT selaku penyusun materi praktikum BT3. Selain itu, setiap tahun dimasa mendatang materi yang disampaikan oleh asisten kualitasnya minimal sama. Artinya, asisten memperoleh kemampuan dasar dari VCD tutorial.
    Pengembangan kemampuan asisten BT3 diperoleh dengan belajar sendiri tentang hidroponik sesuai perkembangan jaman. Selain kemampuan antar asisten bisa standar, asisten dimudahkan dengan mempercepat proses mempelajari materi praktikum. Memperoleh pengetahuan yang tidak tertulis didalam buku panduan praktikum. Andaikan dimasa mendatang dilakukan penyempurnaan isi praktikum, video tutorial tetap dapat digunakan sebagai wahana peningkatan keahlian dan wawasan asisten BT3.
    Video tutorial juga bisa menjadi nilai tambah pada proyek A2 jurusan BP. Karena ada peningkatan kualitas pada salah satu praktikum di jurusan BP. Ini adalah ucapan terima kasih kami kepada program hibah A2 yang mengadakan fasilitas alat dan gedung untuk instalasi hidroponik. Tentunya secara langsung berimbas kepada praktikum BT3 sebagai pelaksana aktivitas berbau hidroponik.
    Singkat kata, kami bermaksud meminjam handycam milik jurusan BP. Handycam akan digunakan untuk membuat “VCD tutorial Asisten Praktikum BT3”. Kami berencana mempergunakan Handycam selama 2 minggu. Apabila jurusan BP membutuhkan handycam dalam 2 minggu tersebut, kami akan sesegera mungkin mengembalikan handycam.
    Terima kasih atas waktu yang disediakan oleh bapak Agus. Apabila ada kata-kata yang tidak berkenan, kami mohon maaf. Semuanya kami lakukan atas dasar demi kemajuan bersama, jurusan BP yang kita cintai bersama.

    Malang, 20 November 2006

    Agung Purnomo
    NIM. 0110420002 – 42

    * Disampaikan untuk meminjam Handycam Jurusan BP Kepada Ketua Jurusan BP FP Unibraw yaitu Bapak Dr. Ir. Agus Suryanto, MS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: